Kamis, 03 Juli 2014

Berita : Tantangan Bisnis Perudangan Nasional



MENGHADAPI TANTANGAN BISNIS PERUDANGAN NASIONAL


Lampung – Bisnis perudangan nasional dihadapkan pada sebuah tantangan yang cukup besar, disatu sisi produksi udang nasional terus menunjukan trend positif, namun disisi lain fenomena menurunya harga udang di tingkat pembudidaya serta indikasi menurunya demand di hilir menyebabkan cukup terganggunya siklus bisnis udang nasional. Salah satu penyebab yang teridentifikasi adalah karena belum terbangunya persepsi dan orientasi bisnis di hulu dengan di hilir. Ini terlihat dari SCI dan AP5i

Jumat, 20 Juni 2014

Peringatan Dini Dampak El Nino



PERINGATAN DINI
ANTISIPASI DINI TERHADAP DAMPAK EL NINO


Sehubungan dengan peringatan dan NOAA Amerika Serikat tanggal 8 Mei 2014 dan FAO Roma tanggal 23 Mei 2014 tentang terjadinya pemanasan suhu permukaan laut Samudera Pasifik sejak Bulan April 2014, maka diprediksi (P>65%) sejak dua bulan mendatang akan terjadi fenomena el nino. El Nino adalah musim panas tinggi dan kemarau yang sangat panjang, dapat berlangsung 9 bulan atau lebih sehingga el nino akan berdampak negatif terhadap pertanian dan akan berpengaruh nyata pada produksi

Selasa, 17 Juni 2014

Berita : Dilematis Industri Pengolahan Udang



Kembang Kempis Industri Pengolahan Udang

Keluhkan kurangnya pasokan bahan baku udang segar, industri pengolah udang disarankan merasionalisasi jumlah pabrik agar utilitas membaik. Angka utilitas 2013 adalah 65 %, artinya masih35 % mangkrak

Ibarat penyakit, statusnya kronis atau sudah berlangsung menahun. Sudah lama industri hilir pengolah udang tanah air mengeluhkan problem kontinuitas pasokan bahan baku

Sabtu, 07 Juni 2014

Info Usaha : Struktur Biaya Budidaya Udang



STRUKTUR BIAYA PRODUKSI
PADA BUDIDAYA UDANG

Kebutuhan Modal Kerja Berdasarkan Teknologi Budidaya

Kebutuhan Modal Kerja (Biaya Produksi) pada budidaya udang windu, secara umum meliputi : Biaya Penyiapan Lahan; biaya pengadaan sarana produksi antara lain : Pengadaan Pakan, benur, pupuk, obat-obatan dan probiotik, bahan bakar minyak (BBM), dan tenaga kerja. Jika dilihat berdasarkan teknologi budidaya, maka kebutuhan modal kerja pada masing-masing penerapan teknologi, adalah sebagai berikut :

Opini : Sebuah Refleksi Menjelang Pilpres



MEMIMPIKAN KEMANDIRIAN DAN KEDAULATAN PANGAN
(Refleksi, menjelang suksesi Pemerintahan)



Penulis bukan ahli ekonomi, bukan pula pengusaha, tapi sebagai bagian dari masyarakat, saya ingin mencoba mencurahkan kegundahan dan mungkin juga kegundahan dari sebagian besar anda atas apa yang terjadi pada Negeri tercinta yang kaya raya ini.

Ditengah hingar bingarnya pesta demokrasi menjelang Pilpres 2014, jika kita simak memang visi misi capres hampir semua mengusung tema utama kemandirian dan kedaulatan, termasuk didalamnya adalah kedaulatan pangan dan

Senin, 02 Juni 2014

Wacana Lokal : Klaster Aquabisnis Rumput Laut



MEMBANGUN KONSEP KLASTER AQUABISNIS RUMPUT LAUT 
DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA
(sebuah referensi kebijakan bagi Pemda Kabupaten Jepara)




Bicara Kepulauan Karimunjawa mungkin sebagian besar masyarakat sudah tidak asing lagi yaitu sebagai sebuah wilayah kepulauan yang mempu menyedot perhatian turis domestik maupun manca negara karena keunggulan sektor parawisatanya yakni keindahan pantai beserta gugusan pulau yang mengililinginya terutama wisata bahari yang  menjadi  daya tarik  utama. Namun, menurut pandangan penulis

Senin, 19 Mei 2014

OPINI : Menuju MEA 2015



MENGUKUR KESIAPAN INDONESIA
MENYONGSONG AEC 2015
(referensi kebijakan, yang menunggu implementasi nyata)

Liberarilasi ekonomi pada level regional ASEAN atau ASEAN Economic Community (AEC) tahun 2015 menjadi medan perang ekonomi baru yang akan memaksa Indonesia memainkan peran, apakah sebagai piguran atau

Rabu, 14 Mei 2014

Opini : Pengembangan Marikultur



PENGEMBANGAN MARIKULTUR
BUTUH KESIAPAN REGULASI
(belajar dari negeri orang,.. sampai kapan..? )


                          
Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah mempersiapkan  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ke- 3 untuk 5 tahun mendatang yaitu tahun 2015 sampai dengan tahun 2019. Khusus untuk sub sektor perikanan budidaya, pengembangan marikultur menjadi bagian yang

Model Pengembangan Akuakultur Berkelanjutan



SILVOFISHERY,..
BUDIDAYA BERDASARKAN PRINSIP KESEIMBANGAN
(sebuah studi kasus,
sebagai model bagi daerah pengembangan budidaya)


Prinsip keseimbangan (Principle of harmony) menjadi dasar bagi terwujudnnya budidaya berkelanjutan (sustainable aquaculture). Kesimbangan yang dimaksud adalah bahwa pengelolaan perikanan budidaya harus mampu menjamin berjalannya siklus dan interaksi yang saling menguntungkan dalam

Revitalisasi Tambak




“TAMBAK ESTATE”, UPAYA PERCEPATAN REVITALISASI
(sebuah referensi kebijakan yang butuh sinergisitas)


Indonesia saat ini dihadapkan pada sebuah tantangan besar yaitu dalam menghadapi persaingan perdagangan bebas di level regional ASEAN atau Asean Economic Community (AEC). AEC memberikan kebebasan terkait arus bisnis untuk masuk ke Indonesia begitupun sebaliknya. Mempertimbangkan hal tersebut, sub sektor perikanan